© Reuters.

Dolar Amerika Serikat menguat pada Kamis (16/07) petang dan pasar menyoroti buruknya data penjualan ritel Cina ketimbang data pertumbuhan ekonomi di kuartal terakhir. 
Investor kini juga akan fokus pada pertemuan puncak di Uni Eropa pada pekan ini menurut laporan yang dilansir Reuters Kamis (16/07) petang. Pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) hari ini kemungkinan besar akan dibayangi oleh hasil KTT dan pada pertemuan ini negara-negara Eropa diharapkan akan memberikan suara soal dana pemulihan senilai 750 miliar euro yang diusulkan oleh Komisi Eropa untuk menghidupkan kembali pertumbuhan kawasan Eropa ini.
Indeks dolar AS beranjak naik 0,13% di 96,162 pukul 16.25 WIB menurut data . EUR/USD turun 0,12% ke 1,1397 dan GBP/USD melemah 0,22% di 1,2553.
Rupiah berakhir turun 0,26% di 14.625,0 per dolar AS sampai pukul 14.57 WIB dan USD/JPY naik 0,1% ke 107,03 pukul 16.29 WIB.
Kenaikan jumlah kasus virus di AS telah mengurangi sentimen dan membebani pasar ekuitas, dan akhirnya mendorong penguatan dolar AS.
Presiden AS Donald Trump tidak mengesampingkan sanksi tambahan terhadap para pejabat tinggi Cina atas tindakan tegas Beijing terhadap Hong Kong, juru bicara Gedung Putih mengatakan pada hari Selasa.
The New York Times juga melaporkan pemerintahannya sedang mempertimbangkan larangan bepergian ke Amerika Serikat dari anggota Partai Komunis Cina, mengutip empat orang sumber.
Pertumbuhan ekonomi Cina sebesar 3,2% pada kuartal terakhir dengan mudah mengalahkan ekspektasi pasar sebesar 2,5%. Tetapi penurunan tak diduga datang dari penjualan ritel – selama lima bulan berturut-turut – merupakan tanda yang tidak diharapkan dari masalah yang mungkin terjadi di seluruh dunia karena banyak negara melonggarkan pembatasan dan membuka kembali kegiatan ekonomi.