© Reuters.

Dolar Amerika Serikat masih melemah pada Jumat (17/07) petang kendati sentimen pasar masih dihantui kekhawatiran bangkitnya covid-19 yang bisa menghambat kegiatan ekonomi.
US Dollar Index turun 0,07% di 96,252 menurut data pukul 13.50 WIB. EUR/USD naik tipis 0,02% di 1,1386 dan GBP/USD bertambah 0,02% ke 1,2551.
Diberitakan Reuters Jumat (17/07) petang, euro naik tipis ditopang oleh harapan bahwa para pemimpin Eropa akan menyetujui langkah-langkah stimulus fiskal pada pertemuan yang dimulai hari Jumat ini.
Euro kembali menjadi sorotan pasar Jumat ini karena para pemimpin Uni Eropa akan bertemu di Brussel untuk membahas paket stimulus yang telah diusulkan.
Rupiah kian melemah 0,68% di 14.724,5 per dolar AS sampai pukul 13.35 WIB.
Bertambahnya kasus-kasus covid-19 telah memaksa California dan negara bagian AS lainnya kembali menutup setidaknya sebagian wilayahnya. Hal ini meningkatkan kekhawatiran ekonomi dan pasar tenaga kerja akan terus menghadapi kesulitan.
Pukul 13.56 WIB, USD/JPY turun 0,06% di 107,20 dan USD/CNY naik 0,15% ke 6,9989.
Pelemahan yuan ini dipicu meningkatnya tensi hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Cina.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan larangan perjalanan ke Amerika Serikat bagi seluruh anggota Partai Komunis Cina, menurut sumber yang mengetahui masalah ini. Ini pasti akan menambah panas hubungan antara Washington dan Beijing.