© Reuters.

Kelompok perusahaan minyak dunia termasuk Saudi Aramco, CNPC dari Cina dan Exxon Mobil untuk pertama kalinya menetapkan target memangkas gabungan emisi gas rumah kacanya sebagai perimbangan tingkat produksinya. Hal ini dilakukan perusahaan tersebut seiring meningkatnya tekanan atas sikap terhadap perkembangan sektor ini.
 
Namun, target yang ditetapkan oleh 12 anggota Prakarsa Iklim Minyak dan Gas Bumi (OGCI) dikalahkan oleh rencana ambisius yang ditetapkan individual oleh anggota konsorsium di Eropa, termasuk Royal Dutch Shell, BP (LON:BP) dan Total (PA:TOTF).
 
Anggota OGCI sepakat mengurangi rata-rata intensitas karbon dari operasi hulu minyak dan gas agregatnya menjadi antara 20 kg dan 21 kg setara CO2 per barel setara minyak (CO2e/boe) pada tahun 2025, dari batas minimum kolektif 23 kg CO2e/boe pada tahun 2017, OGCI mengatakan dalam pernyataan yang dilaporkan Reuters Kamis (16/07) petang.
 
Target intensitas ini memberikan arti emisi absolut dapat naik seiring meningkatnya produksi.
 
OGCI yang terdiri dari BP, Chevron (NYSE:CVX), CNPC, Eni, Equinor, Exxon, Occidental Petroleum, Petrobras, Repsol (MC:REP), Saudi Aramco, Shell and Total, yang bersama-sama menyumbang 30% lebih dari produksi minyak dan gas dunia.
 
“Ini adalah tonggak sejarah penting, ini bukan akhir dari pekerjaan, ini adalah target jangka pendek … dan kami akan terus menyesuaikannya saat kami maju,” Ketua OGCI dan mantan CEO BP Bob Dudley mengatakan.
 
Para anggota sepakat mengenai metodologi umum perhitungan intensitas karbon dan targetnya dapat diperluas ke sektor lain seperti gas alam cair dan penyulingan di masa depan, Dudley menambahkan.
 
Sampai pukul 14.16 WIB, harga minyak WTI turun 0,70% di $40,91 per barel menurut data dan harga minyak Brent melemah 0,46% di $43,59 per barel.