© Reuters.

–  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada penutupan perdagangan Kamis (16/07) pagi. Pergerakan indeks ternyata tidak beriringan dengan mayoritas bursa Asia lainnya meski ada baik dari perkembangan uji coba vaksin covid-19 dan PT Astra International Tbk. (JK:ASII) berhasil mencatat peningkatan kas dan setara kas perusahaan mencapai Rp29,21 triliun.
 
Hingga pukul 11.30 WIB, indeks ditutup naik 0,37% di 18,95 poin di 5.094,75 menurut data . Data perdagangan mencatat sperti dikutip dari CNBC Indonesia (16/07), investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 12 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 3,3 triliun. Total (PA:TOTF) 188 saham harganya berhasil naik, 207 turun, sisanya 161 stagnan.
 
Berlawanan dengan IHSG, bursa di kawasan Asia mayoritas terpantau merah, Hang Seng Index di Hong Kong turun 1,17%, Nikkei di Jepang terdepresiasi sebesar 0,72%, sedangkan Indeks STI di Singapore terjun 0,54%.
 
Meski bursa Asia merah, pada kuartal kedua tahun ini ekonomi China mampu tumbuh 3,2% (yoy) ketika mayoritas negara lain di dunia berada di ambang resesi.
 
Kabar baik juga datang dari update vaksin virus corona yang dibuat oleh Moderna. Sehingga Wall Street baru merespon di perdagangan Rabu.
 
Vaksin potensial yang sedang dalam uji klinis tersebut dilaporkan mampu menghasilkan imun yang “kuat” terhadap semua partisipan, yang jumlahnya 45 orang.
 
Sementara itu menurut laporan Bisnis.com Kamis (16/07), PT Astra International Tbk. (ASII) memastikan akan membelanjakan sebagian uang hasil penjualan Bank Permata (JK:BNLI) untuk mengakuisisi Astra Aviva Life.
 
Laporan keuangan Astra per Maret 2020 mencatat kas dan setara kas perusahaan mencapai Rp29,21 triliun. Meningkat dibandingkan periode akhir tahun sebesar Rp24,33 triliun.
 
Sedangkan pada Mei 2020 lalu, perusahaan mengumumkan merampungkan proses penjualan 44,56 saham di Bank Permata ke Bangkok Bank. Dari transaksi tersebut, perseroan akan mendapatkan dana segar Rp16,38 triliun dari nilai transaksi final Rp33,28 triliun.
 
Nilai jual final ini turun dari pengumuman awal Rp37,43 triliun.
 
Adapun saham-saham top gainer diisi oleh Nusantara Pelabuhan Handal Tbk PT (PORT) naik 22,32%, Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) naik 17,61% dan Arita Prima Indonesia Tbk (APII) naik 16,26%. Saham-saham top loser yakni Duta Anggada Realty Tbk (DART) turun 6,98%, Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk PT (JK:JMAS) turun 6,90% dan Tanah Laut Tbk (INDX) turun 6,90%.